Allah SWT lebih tau apa yang terbaik bagi hambanya, tak ada rencana mempunyai momongan dengan jarak sedekat ini (15 bulan), namanya rejeki besar harus diamini (Aminn,,, walaupun si bunda pakai mewek, tapi kalau mengingat usaha untuk dapat anak pertama lumayan susah karena ada CMV dan toxo jadi ya benar2 di Amiin-in jadinya). Kaget sangat setelah tau hamil, rasanya baru kemarin melahirkan dengan 3 kali induksi salah satunya infus, nggedong bayi aja blum bisa, apalagi gendong pake jarik,,, udah hamil lagi. Apalagi ayah kerja diluar kota pulang akhir pekan aja, lagi nyambi proyek rumah, kerja full day dan statusnya masih pegawai baru (baru pindah), sempat down.
Hamil anak pertama telah menempaku lebih kuat dari seorang anak manja yang nikah muda,,, sampai hamil 35 minggu hidup sendiri di jakarta, jadi anak kost, nggak ada saudara jauh ataupun dekat d jakarta, suami di pacitan, semua keluarga di jogja, hanya sahabat yang menguatkanku. Hamil anak kedua di jogja, semua keluarga ada disini, pasti lebih mudah menjalaninya. Mommy2 diluar sana gimana rasanya punya 2 bayi jarak dekat.... *kepo
Belajar dari masa kecil ayah, yang 2,5 tahun udah punya adek 2 cowok semua (Ini Mahmer pasti lebih SeRu), sampai saat ini sampai punya 2 anak, ayah belum mau menempatkan diri sebagai kakak, nggak ada mas-masan, kabeh podo,,, hahaha.,
Saat perut bunda udah mulai mblendung, si mbak yang baru setahun sudah disiapkan kalau mbak mau punya adek, bunda juga minta bantuan gurunya disekolah untuk menyiapkan psikologi mbak kecil,,, saat usia mbak 14 bulan udah mulai gendong boneka sambil dinyanyiin dedek gendong-gendong-gendong, dedek oek oek oek,,, semoga mbak siap menerima si adek kecil (walaupun rasa bersalah juga masih ada), si mbak kecil yang saat usia 12 bulan baru bisa ngomong beberapa kata tiba2 pesat perkembangan kata-katanya sampai membentuk kalimat, mungkin ini salah satu kemudahan dari Allah SWT.
Saat mbak usia 15 bulan kurang seminggu adek lahir, meninggalkan mbak pertama kali walaupun cmn 1 malam rasanya sesuatu,,, pulang dari rumah sakit ayah bunda bersama-sama cium mbak kecil, ini moment mengharukan sayang tak terdokumentasikan karena pas mati lampu. Terlihat bahagianya mbak saat itu,,,
Karena kita tinggal dikampung, tetangga tetangga pada datang njenguk bayi, untuk alasan kesehatan bayi, bunda agak mengumpetkan bayi biar stiril, si mbak akhirnya yang ikut nemui tamu, cerita, joget, dia merasa tetangga yang datang untuk memberi selamat atas kehadiran adek barunya,,,
Sebulan pertama mbak bobok sama tante, setelah itu kita bobok bertiga kalau pas nggak ada ayah,, sebelum bobok bundanya berdoa semoga ga pada rewel.... kalau rewel satu, satunya pasti kebangun. Pernah suatu ketika adek habis imunisasi rewel, si mbak ikut bangun, nduk maaf adek rewel, badannya panas habis di imunisasi. Si mbak langsung turun dari kasur keluar kamar tengah malam, ke kamar uti,, "Uti bangun, adek panas", anak 17 bulan sudah harus dewasa ya mbak,,,
Diatas cerita manis-manis, hihihi, yang nggak manis diumpetin. Senangnya aja biar mommy mommy yang punya anak jarak dekat lebih optimis memandang hidup...
Keseruan terjadi saat si mbak menginjak 2 tahun,, adek ndak boleh nenen, ndak boleh gendong,,, apa-apa sama bunda, sesekali pakai puk-puk adek,,, Drama ketidakrelaan mbak berhenti diusia hampir tiga tahun.
Drama selanjutnya terjadi saat adek mau 2 tahun, saat mbak benar-benar menyayangi adek seutuhnya (read: mbak ngalah) tapi si adek tetep aja puk-puk mbak kecil, si mbak diusia ini ndak pernah mbales, cuman lari sambil bilang "mbak takut adek",,
Sekarang 2 bayi itu usia 3 tahun dan hampir 2 tahun,,, seru sekali, mengisi hari-hari indah (hari-hari rusuh), nggak hanya 2 bayi itu yang nangis, tapi bundanya juga, hahaha,,, udah bayi-bayi rusuh, apa-apa salah, tugas kuliah banyak, nggak ada suami, atau suami ada tapi baca komik,, argghhhhh, itu yang membuat tidak waras
Ini foto hari pertama bunda kerja setelah cuti lahiran adek,,, si mbak megang asip untuk adek, pas dikantor dapat kiriman ini, standar sebagai emak-emak saya mrebes mili
SI mbak kecil (22 bulan) yang selalu menganggap dirinya lebih dewasa dari adek (7 bulan) dan ingin tampil sebagai pelindung ^_^, si mbak yang saat umur 16 bulan setiap pulang sekolah mencari dan memeluk adek


Tidak ada komentar:
Posting Komentar